Pemecahan
masalah layanan DHCP server
By Nizur
Ø Review
Pengenalan DHCP server
DHCP (Dynamic Host
Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis
arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan
pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan
lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada
semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal,
maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan
mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP.
Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP,
seperti default gateway dan DNS server. (Zulhijah,
2010)
Ø Fungsi
DHCP ini adalah sebagai berikut :
1.
dapat memberikan nomor IP secara
otomatis kepada komputer yang melakukan request.
2.
DHCP memiliki fungsi utama
mendistribusikan IP address secara otomatis kepada setiap client yang terhubung
dengan jaringan komputer.
3.
DHCP akan memberikan kemudahan bagi
seorang network administrator dalam mengelola jaringan komputer, karena alokasi
IP address dapat ditentukan secara otomatis dan dalam satu kali kerja
4. DHCP
server selain bisa memberikan IP address secara dinamik, juga bisa memberikan
IP address secara statis kepada client yang terhubung ke jaringan computer. (Fathoni,
2014)
5 Proses Cara
Kerja DHCP Server
A. IP Least Request
Merupakan
proses saat client meminta nomor IP ke server (broadcast mencari DHCP server).
Pada saat DHCP client dihidupkan, maka komputer tersebut melakukan request ke
DHCP server untuk mendapatkan nomor IP.
B.
IP Least Offer
DHCP
menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP. DHCP server
(bisa satu atau lebih server jika memang ada) yang mempunyai no IP memberikan
penawaran ke client tersebut.
C. IP Lease Selection
Client memilih penawaran DHCP server yang pertama
diterima dan kembali melakukan broadcast dengan message menyetujui peminjaman
tersebut kepada DHCP Server.
D. IP Lease Acknowledge
DHCP server memberikan jawaban atas pesan tersebut
berupa konfirmasi no IP dan informasi lain kepada client dengan sebuah
ACKnowledgment. Kemudian client melakukan inisialisasi dengan mengikat
(binding) nomor IP tersebut dan client dapat bekerja pada jaringan tersebut.
Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway.
Setelah server memberikan nomor IP, maka server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, maka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut.
Setelah server memberikan nomor IP, maka server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, maka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut.
E. Lease Period
Setelah periode waktu tertentu, maka pemakaian DHCP
Client tersebut dinyatakan selesai dan client tidak memperbaharui permintaan
kembali, maka nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP server, dan server
dapat memberikan nomor IP tersebut kepada client yang membutuhkan. Lama periode
ini dapat ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya. (CYBER, 2014)
Ø
Review
konfigurasi dan instalasi DHCP server
1. Setelah login pada salah satu user Debian, kita
perlu login ke super user. Caranya ketikan perintah “su” kemudian masukan
password root.
2. Instalkan aplikasi dhcp3-server dengan mengetikan
perintah #apt-get install dhcp3-server.
3. Jika muncul pertanyaan yang meminta kita memilih yes
atau no, ketik saya ”Y”.
4. Saat penginstalan aplikasi ini akan muncul beberapa
proses yang failed. Hal ini dikarenakan terdapat suatu ketidakcocokan. Biarkan
saja, nanti juga akan normal dengan sendirinya.
5.
Selanjutnya kita membuka file dhcpd.conf
yang terdapat pada direktori /etc/dhcp dengan menggunakan jendela editor pico.
Maka ketikan perintah #pico /etc/dhcp/dhcpd.conf
6.
Hapus tanda "#" (pagar) pada
script Sesuaikan subnet dan netmask yang dipakai pada jaringan komputer.
7.
Tentukan range IP Address pada Client.
8.
option domain-name-server isi dengan IP
Address komputer yang bertindak sebagai server yang sedang anda konfigurasi
saat ini.
9.
option domain-name isi dengan nama
domain yang telah anda buat sebelumnya.
10.
option router isi dengan IP router.
11.
option broadcast-address isi dengan
network id yang dipakai dengan host 255.
12.
Selanjutnya kita membuka file
isc-dhcp-server yang terdapat pada direktori /etc/default dengan menggunakan
jendela editor pico. Maka ketikan perintah #pico
/etc/default/isc-dhcp-server
13. Isi bagian Interfaces dengan eth0 atau eth1, sesuai
dengan interfaces yang digunakan.
14. Restart sistem isc-dhcp-server dengan mengetikan
perintah /etc/init.d/isc-dhcp-server restart.
15. Jika muncul keterangan failed, terus saja ketikan
perintah tadi hingga keterangan failed tersebut tidak muncul lagi.
16. Silakan coba cek hasil konfigurasi ini. Buatlah
sebuah jaringan kecil, dan pada komputer client atur IP Address-nya agar
menggunakan metode DHCP. Jika komputer client tersebut mendapatkan IP Address
secara otomatis, maka Konfigurasi DHCP Server Pada Linux Debian CLI ini telah
berhasil.
Maka setelah konfigurasi DHCP Server ini, tahap selanjutnya adalah konfigurasi Web Server. (Brader, 2013)
Maka setelah konfigurasi DHCP Server ini, tahap selanjutnya adalah konfigurasi Web Server.
Ø Prosedur pemecahan masalah DHCP client
Pengaturan protocol (ip address) dilakukan di client,
apakah mode static atau dynamic, dhcp client meminta server untuk memberikan
ip, sebelum client mendapatkan ip dynamic, client terlebih dahulu merequest ke
server yang ada pada jaringan tersebut, dan server melakukan pemeriksaan
terhadap client yang meminta ip dynamic, jika sesuai dan diperbolehkan maka
server baru mengirimkan ip ke client. (Bagas, 2011)
Ø Prosedur pemecahan masalah DHCP server
Apabila hampir semua komputer klien kesulitan untuk
mendapat alamat IP, boleh jadi permasalahan ada pada server DHCP. Apabila
demikian perbaikannya dapat dimulai dengan melakukan tes status koneksi server
DHCP ke jaringan menggunakan ping. Pastikan terlebih dahulu kalau alamat IP
server DHCP sesuai dengan subnet yang digunakan saat ini, misalnya jika subnet
yang digunakan saat ini adalah 192.168.1.1/24 maka alamat IP server seharusnya
berada pada rentang IP dari 192.168.1.100 hingga 192.168.0.254.Selain itu
pastikan konfigurasi server DHCP telah sesuai terutama pada rentang alamat IP
yang disewakan ke klien. Rentangnya juga harus berada pada subnet yang sama di
jaringan tersebut. (Wacana, tanpa tanggal)
Bibliography
Bagas, A. (2011, Januari). Apa itu DHCP Server
Dan DHCP Client. Retrieved Januari 18, 2017, from Bagas titik:
http://bagas-hack.blogspot.co.id/p/pengertian-atau-penjelasan-dhcp-server.html
Brader,
R. (2013, Desember). Konfigurasi DHCP Server Pada Linux Debian CLI.
Retrieved Januari 18, 2017, from Blog Regi Brader:
http://www.regibrader.com/2013/12/konfigurasi-dhcp-server-pada-linux.html
CYBER,
M. (2014, November). Tahapan Proses Cara Kerja DHCP Server. Retrieved
Januari 18, 2017, from MATA CYBER:
http://mata-cyber.blogspot.co.id/2014/11/tahapan-proses-cara-kerja-dhcp-server.html
Fathoni,
A. (2014, September). Pengertian dan Fungsi DHCP. Retrieved Januari
18, 2017, from Pengertian dan Fungsi DHCP: http://anangfathoni.blogspot.co.id/2014/09/pengertian-dan-fungsi-dhcp.html
Wacana,
R. (tanpa tanggal). Troubleshooting DHCP Server pada Debian. Retrieved
Januari 18, 2017, from Troubleshooting DHCP Server pada Debian:
http://rumahwacana.com/blog/troubleshooting-dhcp-server-pada-debian/
Zulhijah,
S. (2010, Mei). pengertian DHCP. Retrieved Januari 18, 2017, from siti
zulhijah:
https://izulmen.wordpress.com/dhcp-dynamic-host-configuration-protocol/
Nama : Mohammad Nizar Subkhi
Kelas: XII TKJ 2
Hobby: Sepak Takraw
Motto: Tidak Ada kata terlambat untuk belajar
0 komentar:
Posting Komentar